Analisis Pengendalian Mutu Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT Pacific Indopalm Industries
Keywords:
Pengendalian mutu,, Crude Palm Oil (CPO),, DMAIC,, Six Sigma,, Kadar FFA,, Kadar air,, Zat pengotorAbstract
Dalam industri pengolahan kelapa sawit, khususnya pada PT. Pacific Indopalm Industries, Crude Palm Oil (CPO) diolah menjadi produk turunan seperti minyak makan. Namun, dalam proses tersebut masih ditemukan permasalahan mutu, di mana beberapa parameter utama CPO sering berada di luar batas spesifikasi yang telah ditetapkan perusahaan. Parameter yang menjadi fokus penelitian ini meliputi kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air, dan kadar kotoran. Standar mutu yang ditetapkan perusahaan adalah kadar ALB maksimum 4,00%, kadar air 0,25%, dan kadar kotoran 0,25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter mutu yang melebihi standar serta mencari akar penyebab ketidaksesuaian melalui metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh nilai rata-rata Sigma sebesar 2,772 dengan kemungkinan kerusakan sebesar 102.138,669 DPMO (Defect Per Million Opportunities). Hasil analisis diagram Pareto menunjukkan bahwa penyimpangan mutu didominasi oleh kadar ALB sebesar 76,92%, diikuti kadar kotoran 15,38%, dan kadar air 7,69%. Temuan ini mengindikasikan bahwa mutu CPO belum sepenuhnya stabil dan masih terdapat peluang cacat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapabilitas proses, perawatan mesin yang lebih teratur, penyesuaian standar operasional prosedur (SOP), serta pengawasan ketat terhadap tenaga kerja. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kualitas CPO dapat ditingkatkan sehingga sesuai dengan standar mutu yang berlaku, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Downloads
Published
License
Copyright (c) 2025 PROSIDING SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU (SENADIMU)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.